Macam-Macam Sistem Perekonomian, Perbedaan Bisnis, dan Perbandingan Pandangan Masyarakat Terhadap Bisnis
Macam-Macam Sistem Perekonomian :
·
Merkantilisme : adalah suatu teori ekonomi yang
menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya
aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan bahwa besarnya
volum perdagangan global teramat sangat penting. (https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-merkantilisme/)
·
Kapitalisme : adalah sistem perekonomian yang
memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan
barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian
untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang
berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. (https://www.kompasiana.com/khoirunnissa/54f3eea3745513792b6c8279/pengertian-kapitalisme)
·
Komunisme : adalah ideologi yang berkenaan
dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi yang tujuan utamanya terciptanya
masyarakat komunis dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama
alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara. (https://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme)
·
Sosialisme : adalah serangkaian sistem ekonomi
dan sosial yang ditandai dengan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan
manajemen mandiri pekerja, serta teori-teori dan gerakan politik yang terkait
dengannya. Kepemilikan sosial dapat berupa kepemilikan negara, kolektif,
koperasi, atau kepemilikan sosial atas ekuitas. Ada banyak varian sosialisme
dan tidak ada definisi tunggal yang merangkum semuanya, dengan kepemilikan
sosial menjadi elemen umum yang dimiliki berbagai variannya. Sosialis merujuk
pada orang yang menganut paham sosialisme. (https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme)
·
Facisme : adalah ideologi yang berdasarkan
prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak/absolut di mana perintah
pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian. Menjadi sangat penting dalam
ideologi fasis, karena ideologi ini selalu membayangkan adanya musuh, sehingga
pemimpin dan militer harus kuat menjaga negara. Gerakan ini memiliki satu
tujuan: menghancurkan musuh, di mana musuh dikonstruksikan dalam kerangka konspirasi
atau ideologi lain. Dalam pola pikir fasis, musuh berada di mana-mana, baik di
medan perang maupun dalam bangsa sendiri sebagai elemen yang tidak sesuai
dengan ideologi fasis. Dalam ideologi fasis, akibatnya adalah individualitas
manusia hilang, dan pengikut menjadi massa yang seragam di mana individu hanya
menjadi alat untuk mencapai tujuan gerakan fasis tersebut. (https://id.wikipedia.org/wiki/Fasisme)
·
Demokrasi Ekonomi : adalah filsafat sosial ekonomi yang
menganjurkan penggantian kekuasaan pembuatan keputusan dari manajer korporasi
dan pemegang saham korporasi ke kelompok pemegang saham publik yang lebih
besar, termasuk di dalamnya pekerja, pelanggan, penyuplai, lingkungan sekitar
dan publik luas. Tidak ada definisi atau pendekatan tunggal yang mencakup
demokrasi ekonomi, tetapi sebagian besar pendukungnya berpendapat bahwa relasi
milik di masa modern ini mengeksternalisasi biaya, mengesampingkan kepentingan
publik untuk keuntungan pribadi, dan mengingkari praktik suara demokrasi dalam
pembuatan kebijakan ekonomi.[1] Selain mengenai permasalahan moral, demokrasi
ekonomi membentuk klaim praktikal, seperti dapat mengkompensasi jurang
permintaan efektif yang melekat pada kapitalisme. (https://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi_ekonomi)
Perbedaan bisnis
yang hanya mengejar keuntungan dan bisnis yang tidak mengejar keuntungan
Ø
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual
barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Namun tidak semua bisnis mengejar laba. Menurut pendapat saya, suatu organisasi
yang menjual barang & jasa pasti memikirkan berapa keuntungan yang ia
peroleh dari bisnisnya atau jualan nya. Dan dia akan memasang harga
setinggi-tingginya dengan keinginan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Contoh
bisnis yang mengejar keuntungan, bisnis dibidang keuangan/perbankan, Asuransi
dll. Namun tidak semua bisnis yang mengejar keuntungan karena bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang
bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras
dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh
pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja. Contoh bisnis yang tidak
mengejar keuntungan, koperasi.
Perbandingan pandangan
masyarakat sekarang dengan pandangan masyarakat zaman dulu tentang profesi
bisnis
Ø
Zaman dulu pekerjaan dibidang bisnis belum
menarik bagi masyarakat dibandingkan sekarang. Bisnis pada zaman dulu belum
dianggap sebagai profesi. Tetapi zaman sekarang bisnis sudah dianggap sebagai
profesi karena banyak kemajuan pandangan masyarakat terhadap bisnis. Saat ini masyarakat termotivasi untuk terjun
ke dunia bisnis, karena bisnis ini dapat menghasilkan keuntungan. Faktor yang
mungkin menyebabkan bisnis sekarang banyak diminati yaitu karena persaingan
antar para pecari kerja dan karena lapangan pekerjaan yang semakin sedikit.
Comments
Post a Comment