Rangkuman PKN bab v


MENGAPA PANCASILA MERUPAKAN SISTEM FILSAFAT?

Ada beberapa alasan yang dapat ditunjukkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pertama; dalam sidang BPUPKI, 1 Juni 1945, Soekarno memberi judul pidatonya dengan nama Philosofische Grondslag dari pada Indonesia Merdeka. Adapun pidatonya sebagai berikut:

“Paduka Tuan Ketua yang mulia, saya mengerti apa yang Ketua kehendaki! Paduka Tuan Ketua minta dasar, minta Philosofische Grondslag, atau jika kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk, Paduka Tuan Ketua yang mulia minta suatu Weltanschauung, di atas mana kita mendirikan negara Indonesia itu”. (Soekarno,1985:7)

Noor Bakry menjelaskan bahwa Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan hasil perenungan yang mendalam dari para tokoh kenegaraan Indonesia. Hasil perenungan itu semula dimaksudkan untuk merumuskan dasar negara yang akan merdeka. Selain itu, hasil perenungan tersebut merupakan suatu sistem filsafat karena telah memenuhi ciri-ciri berpikir kefilsafatan. Pengertian filsafat sendiri adalah :
(1). Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. (arti informal)
(2). Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat dijunjung tinggi. (arti formal)
(3). Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. (arti komprehensif).
(4) Filsafat adalah analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. (arti analisis linguistik).
(5) Filsafat adalah sekumpulan problematik yang langsung mendapat perhatian manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. (arti aktual-fundamental).
Filsafat arti informal itulah yang sering dikatakan masyarakat awam, sedangkan filsafat arti komprehensif yaitu seluruh peraturan yang berlaku di Indonesia harus mendasarkan diri pancasila.

Sastrapratedja menegaskan bahwa fungsi utama Pancasila menjadi dasar negara dan dapat disebut dasar filsafat adalah dasar filsafat hidup kenegaraan atau ideologi negara. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi operasional dalam penentuan kebijakan-kebijakan dalam bidang-bidang tersebut di atas dan dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa dan
Negara (Sastrapratedja, 2001: 1).

Driyarkara membedakan antara filsafat dan Weltanschauung. Filsafat lebih bersifat teoritis dan abstrak, yaitu cara berpikir dan memandang realita dengan sedalam-dalamnya untuk memperoleh kebenaran. Weltanschauung lebih mengacu pada pandangan hidup yang bersifat praktis. Filsafat berada dalam lingkup ilmu, sedangkan weltanshauung berada di dalam lingkungan hidup manusia, bahkan banyak pula bagian dari filsafat (seperti: sejarah filsafat, teori-teori tentang alam) yang tidak langsung terkait dengan sikap hidup (Driyarkara, tt: 27).

Mengapa manusia memerlukan filsafat? Manusia memerlukan filsafat karena beberapa alesan yang pertama manusia telah memperoleh kekuatan baru yang besar dalam sains dan teknologi, manusia telah mengembangkan teknik ketentraman dan kenyamanan dalam teknologi akan tetapi pada waktu yang sama manusia merasa tidak tentram dan gelisah karena mereka tidak tahu pasti makna hidup mereka dan arah tempuh dalam kehidupan mereka. Kedua, filsafat melalui kerjasama dengan disiplin ilmu lain memainkan peran yang sangat penting untuk membimbing manusia kepada keinginan-keinginan dan aspirasi mereka.


Ada dua pendekatan yang berkembang dalam pengertian filsafat Pancasila, yaitu Pancasila sebagai genetivus objectivus dan Pancasila sebagai genetivus subjectivus. Kedua pendekatan tersebut saling melengkapi karena yang pertama meletakkan Pancasila sebagai aliran atau objek yang dikaji oleh aliran-aliran filsafat lainnya, sedangkan yang kedua meletakkan
Pancasila sebagai subjek yang mengkaji aliran-aliran filsafat lainnya.

Sumber historis pancasila sebagai sistem filsafat bisa ditemukan di sila 1 sampai 5, berikut pembahasan nya :
(1). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sejak zaman purbakala hingga pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, masyarakat Nusantara telah melewati ribuan tahun pengaruh agama-agama lokal, yaitu sekitar 14 abad pengaruh Hindu dan Buddha, 7 abad pengaruh Islam, dan 4 abad pengaruh Kristen.
(2). Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia dilahirkan dari perpaduan pengalaman bangsa Indonesia dalam menyejarah.
(3). Sila Persatuan Indonesia.
Kebangsaan Indonesia merefleksikan suatu kesatuan dalam keragaman serta kebaruan dan kesilaman.
(4). Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan.
Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat memang merupakan fenomena baru di Indonesia, yang muncul sebagai ikutan formasi negara republik Indonesia merdeka.
(5). Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Masyarakat adil dan makmur adalah impian kebahagian yang telah berkobar ratusan tahun lamanya dalam dada keyakinan bangsa Indonesia.

Tak hanya sumber historis saja tetapi ada sumber sosiologi dan politis pancasila.

Sumber sosiologi : sumber sosiologis pancasila sebagai dasar negara telah berakar dalam kehidupan masyarakat meliputi hal-hal sebagai berikut :
(1). nilai-nilai ketuhanan dapat ditemukan dalam kehidupan beragama masyarakat indonesia dalam berbagai bentuk kepercayaam dan keyakinan berbeda-beda. 
(2) nilai-nilai kemanusiaan dapat ditemukan dalam hal saling menghargai dan menghormati hak-hak orang lain, tidak bersikap sewenang-wenang.
(3). Nilai-nilai etis kemanusiaan mengakar kuat dalam lingkungan pergaulan kebangsaan.
(4). Nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan dan nilai serta cita-cita kebangsaan itu dalam aktualitas harus menjunjung tinggi kedaulatan rakyat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
(5). Nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai dan cita kebangsaan serta demokrasi. Hal ini dapat dditemukan dalam sikap suka menolong, menjalankan gaya hidup sederhana dan tidak menyolok atau berlebihan.

Sumber politis : unsur-unsur politis pancasila sebagai dasar negara meliputi hal-hal sebagai berikut :
(1). Sila ketuhanan yang maha esa diwujudkan dalam bentuk semangat toleransi antarumat beragama.
(2). Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, diwujudkan penghargaan terhadap pelaksanaan HAM di Indonesia.
(3). Sila persatuan indonesia, diwujudkan dalam mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan kelompok atau golongan, termasuk partai.
(4). Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan diwujudkan dalam mendahulukan pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah dari pada voting.
(5). Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan dalam tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri atau kelompok.

Pentingnya Pancasila sebagai sistem filsafat karena pancasila merupakan dasar negara yang mengatur kehidupan bangsa  Indonesia. Dan agar dapat membuka dialog dengan berbagai perspektif baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan agar dapat menjadi kerangka evaluasi terhadap segala kegiatan yang bersangkut paut dengan kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.

2. Uraikan ide tentang Philosopische Gronsdlag!
Pada mulanya rumusan pancasila hanyalah “Philosopische Gronsdlag” philosopische = filsafat gronds = dasar lag = norma yang dimunculkan dalam sidang BPUPKI atau Dokuritsu zyunbi Inkai beranggotakan 60 orang. Dalam sidang BPUPKI itulah muncul rumusan pancasila sebagai “Philosopische Gronsdlag” bukan rumusan ideologi apalagi rumusan agama.

3. berikan pandangan mahasiswa/i bagaimana sebaiknya upaya penanggulangan wabah ini yang pada akhirnya menghentikan nol angka kematian warga negara RI akibat wabah tersebut!
Menurut pendapat saya cara Indonesia mengatasi nol angka kematian sudah sangat tepat dengan penerapan social distancing pada masyarakatnya. Social distancing atau menjaga jarak menjadi salah satu upaya pencegahan dan penularan infeksi kasus Covid-19. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membatasi diri bertemu dengan orang lain maupun berkunjung ke suatu tempat. Dalam keadaan ini, seseorang tidak dianjurkan untuk melakukan jabat tangan dan harus menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain. Dan mengatasi Corona berikutnya dengan menangguhkan selama pandemi Corona. Meskipun hal tersebut membawa dampak kerugian yang tidak sedikit , namun hal tersebut tetap dilakukan sebagai salah satu upaya menekan laju pertumbuhan Corona.

Comments

Popular posts from this blog

RANGKUMAN PKN BAB II PANCASILA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA INDONESIA

Bila di Bandingkan Tahun Sebelumnya Total Aset PT. Mayuri Naik 3,88% di Akhir Tahun 2020